Gresik – Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat, khususnya calon jamaah haji, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan layanan haji.
Peringatan ini disampaikan menyusul adanya laporan mengenai pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menghubungi jamaah melalui telepon maupun video call dengan dalih verifikasi data pribadi. Modus yang digunakan antara lain meminta pembaruan data seperti NIK atau KTP, hingga meminta pelunasan biaya ibadah haji.
Tak hanya itu, pelaku juga kerap mengirimkan tautan atau aplikasi yang tidak jelas kepada calon korban, yang berpotensi membahayakan keamanan data pribadi.
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik menegaskan bahwa seluruh tindakan tersebut bukan berasal dari pihak resmi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.
Untuk memperoleh informasi resmi terkait layanan haji, masyarakat disarankan menghubungi kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik, termasuk melalui media sosial resminya.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan terhindar dari berbagai bentuk penipuan yang merugikan.(**)
